Selesai. Credit title dan rekomendasi film selanjutnya buat ditonton udah muncul. Tapi gue memilih untuk terdiam sejenak, mencerna apa yang baru aja gue tonton barusan. Tunggu Aku Sukses Nanti. Sebuah film yang gue putusin buat ditonton setelah 15 menit scrolling deretan film di Netflix. Sejujurnya gue cukup underestimate film ini awalnya, karena kebayang dari judulnya, pasti premisnya ya standar aja. Orang belum sukses, menjalani konfliknya, sampe akhirnya dia sukses. Happy ending. That's it.
Tapi kemudian premis sederhana dan cenderung stereotype itu yang buat gue tertegun dan berhenti sejenak untuk sekedar mencerna dan menghela napas sehabis nonton.
Soalnya ada satu hal di film itu yang kayaknya nempel di kepala hampir semua laki-laki yang gue kenal. Termasuk gue sendiri. Anak pertama, hidup di kota besar. Tekanan buat jadi seseorang.
Gue rasa banyak yang pernah ada di posisi Arga. Nggak persis, tapi rasanya. Umur jalan terus sementara hidup rasanya masih gitu-gitu aja. Terus pertanyaan itu datang, biasanya di meja makan pas lebaran, dari om atau tante yang setahun sekali muncul. Kerja di mana sekarang. Gajinya berapa. Kapan nikah. Rumah udah punya belum. Dan begitu jawaban kita kurang memuaskan, dimulailah perbandingannya. Teman SMA udah punya rumah. Sepupu udah nikah. Teman kuliah yang dulu minta contekan sekarang udah jadi manager.
Buat anak pertama, urusannya sering nggak berhenti di diri sendiri. Ada orang tua yang mulai sakit-sakitan. Ada adik yang masih kuliah. Ada kebutuhan rumah yang nggak pernah ditulis di mana pun tapi semua orang tahu itu jatah siapa. Jadinya posisi kita aneh. Hidup sendiri belum kelar, tapi udah harus ikut mikirin hidup orang lain.
Ada satu bagian dari film ini yang sejalan sama apa yang jadi keresahan gue selama ini, tentang gimana orang berfokus kepada hasil, garis finish, keadaan sekarang. Tapi buat gue, ada yang luput, tentang dari mana ia memulai, apa yang dipunya saat itu, trauma apa yang sedang dijalani, gimana dia berhasil keluar dan selamat dari kondisinya. Dan gue yakin banget, untuk bisa tau sampai sejauh itu, nggak akan ada satu orang pun yang mau repot cari tahu tentang diri lo sejauh itu. Termasuk orang terdekat lo sekalipun.
