Ayam & Jagung
Meski Tuan telah menebar jagung, hanya ayam yang bergerak mematuk yang dapat menikmati biji-biji itu.
Baca tulisan unggulan, ikuti penulis, dan bergabung dengan komunitas Literatoo.
Opinion
Meski Tuan telah menebar jagung, hanya ayam yang bergerak mematuk yang dapat menikmati biji-biji itu.
Dara Kirana
Opinion
Jaga sebelum hancur, bukan memperbaiki setelahnya, karena hasilnya takkan sama.
Dara Kirana
Opinion
Tak semua yang patah mampu tumbuh kembali, ada juga yang akhirnya mati.
Dara Kirana
Opinion
Cintai diri sendiri, maka cinta yang lain akan datang menghampiri.
Dara Kirana
Opinion
Cinta itu tidak buta, tapi terkadang kitalah yang menutup mata.
Dara Kirana
Opinion
Seringkali, orang hanya memuji indahnya pelangi tanpa tahu badai yang telah kita lewati. Lalu, mereka menyebutnya keberuntungan.
Dara Kirana
Opinion
Terkadang, kita hanya ikut-ikutan dan akhirnya menciptakan standar yang sebenarnya tidak penting.
Dara Kirana
Opinion
Tak semua yang patah mampu tumbuh kembali, ada juga yang akhirnya mati.
Dara Kirana
Opinion
Meski Tuan telah menebar jagung, hanya ayam yang bergerak mematuk yang dapat menikmati biji-biji itu.
Dara Kirana
Opinion
Jaga sebelum hancur, bukan memperbaiki setelahnya, karena hasilnya takkan sama.
Dara Kirana
Opinion
Cintai diri sendiri, maka cinta yang lain akan datang menghampiri.
Dara Kirana
Opinion
Seringkali, orang hanya memuji indahnya pelangi tanpa tahu badai yang telah kita lewati. Lalu, mereka menyebutnya keberuntungan.
Dara Kirana
Opinion
Cinta itu tidak buta, tapi terkadang kitalah yang menutup mata.
Dara Kirana
Opinion
Terkadang, kita hanya ikut-ikutan dan akhirnya menciptakan standar yang sebenarnya tidak penting.
Dara Kirana
Opinion
Terkadang orang mengolok-olok sesuatu yang tidak sesuai dengan standar mereka, hanya karena tidak melihat realitas yang sebenarnya.
Dara Kirana
Baca, kutip, dan terbitkan tulisanmu
Meski Tuan telah menebar jagung, hanya ayam yang bergerak mematuk yang dapat menikmati biji-biji itu.
, bukan memperbaiki setelahnya, karena hasilnya takkan sama.
Tak semua yang patah mampu tumbuh kembali, ada juga yang akhirnya mati.
, maka cinta yang lain akan datang menghampiri.
Seringkali, orang hanya memuji indahnya pelangi tanpa tahu badai yang telah kita lewati. Lalu, mereka menyebutnya keberuntungan.
Terkadang, kita hanya ikut-ikutan dan akhirnya menciptakan standar yang sebenarnya tidak penting.
Tak semua yang patah mampu tumbuh kembali, ada juga yang akhirnya mati.
Meski Tuan telah menebar jagung, hanya ayam yang bergerak mematuk yang dapat menikmati biji-biji itu.
, bukan memperbaiki setelahnya, karena hasilnya takkan sama.
, maka cinta yang lain akan datang menghampiri.
Seringkali, orang hanya memuji indahnya pelangi tanpa tahu badai yang telah kita lewati. Lalu, mereka menyebutnya keberuntungan.
Terkadang, kita hanya ikut-ikutan dan akhirnya menciptakan standar yang sebenarnya tidak penting.
Terkadang orang mengolok-olok sesuatu yang tidak sesuai dengan standar mereka, hanya karena tidak melihat realitas yang sebenarnya.