Coba ingat meeting terakhir soal AI di tempat Anda kerja.
Biasanya ada satu momen di tengah-tengah presentasi di mana semua orang di ruangan sudah angguk-angguk. Ada yang manggut sambil menatap laptop, ada yang coret-coret di buku catatannya, ada yang sesekali bilang "ini relevan banget buat kita."
Lalu meeting selesai. Semua orang kembali ke mejanya masing-masing.
Dan seminggu kemudian, tidak ada yang berubah.
Bukan karena niatnya tidak ada. Bukan karena anggarannya kurang. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah benar-benar dijawab di ruangan itu — pertanyaan yang paling penting, tapi paling jarang diucapkan dengan jujur:
Kita harus mulai dari mana?
INI BUKAN CERITA SATU PERUSAHAAN
Kalau Anda mengira situasi tadi hanya terjadi di perusahaan Anda, data globalnya justru bicara sebaliknya.
70 hingga 85 persen inisiatif AI secara global gagal memenuhi ekspektasi yang dijanjikan di awal. Bahkan lebih mengejutkan, 42 persen perusahaan mengaku sudah membatalkan sebagian besar proyek AI mereka di 2025. Angka ini naik drastis dari 17 persen di tahun sebelumnya. Rata-rata, setiap organisasi membuang 46 persen proof-of-concept AI-nya sebelum sempat masuk ke tahap produksi.
Di sisi lain, WalkMe melaporkan bahwa perusahaan kehilangan lebih dari 104 juta dolar di 2024 hanya dari teknologi yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Bukan karena teknologinya jelek. Tapi karena orang-orang yang seharusnya menggunakannya tidak benar-benar siap atau tidak pernah dilibatkan sejak awal.
79 persen eksekutif menyatakan percaya diri mereka akan mencapai tujuan transformasi AI mereka. Tapi hanya 28 persen karyawan yang merasa cukup dilatih. Dan hanya 25 persen yang bisa menggunakan AI secara efisien dalam pekerjaan sehari-hari.
Ada jurang yang sangat lebar antara keyakinan di atas dan realita di lapangan.
TAPI ADA JUGA SISI YANG BERBEDA
Di tengah angka-angka yang terlihat suram tadi, ada kabar yang cukup menarik.
McKinsey mencatat bahwa dari perusahaan yang berhasil mengadopsi AI dengan benar, 74 persen di antaranya sudah merasakan ROI di tahun pertama. Bukan tahun ketiga. Bukan setelah semua kondisi sempurna. Tahun pertama.
