Entri Jurnal
Alunan nada perkotaan mendentum nyaring di telinga
Melarut lelah dalam buaian mimpi kehidupan
Jajaran perbukitan beton berderet menengadah
Menyirami pandang samarkan indah langit Sang Kuasa
Aku melangkah setapak demi setapak
Terkail limpahan umpan nan hijau berkilau
Curahkan seluruh pada dunia
Sesakkan waktu abaikan lara
Jakarta jadi mimpi bagi diri
Melambai lembut menari-nari
Lenggok aduhai nikmat nan semu
Membujuk insan melupa kamu
Aku insan terkail umpan
Mimpi indah hijau berkilau
Buta kini pada yang lalu
Tinggalkan kamu disudut waktu
-Untuk kamu yang telah dilupakan-