Entri Jurnal
Tak ada yang lebih memekakkan dari nyaringnya sajak seorang puan
Puan yang telah mendengar kabar baik sekaligus kabar buruk
Kabar baiknya, ia merasa dicintai
Kabar buruknya, semua itu hanyalah perasaannya
Ia salah mengartikan apa itu dicintai
Ia ditinggalkan dengan penjelasan 'cintaku berubah dari 100 ke 0'
Sedangkan, ia ditinggalkan dalam kesadaran bahwa 'cintaku bertumbuh dari 0 ke 100'
Bagaimana bisa dua orang yang berjalan bersama ternyata tumbuh pada arah yang begitu berlawanan
Hari itu, ia memutuskan untuk melepaskan
Namun,
Sesuatu dalam dirinya haus akan penjelasan
Tak ada yang lebih berisik dari suara di kepalanya
Tak ada tangis yang lebih lirih dari tangisnya
Dan tak ada sesak yang lebih mampat dari sesak di dalam hatinya
Sampai, ia bertemu
halaman kosong yang tidak pernah semena-mena menilainya
tinta yang perlahan menerjemahkan suara dari dalam dirinya
Pada dua hal itu, ia memilih untuk sejenak menulis sajak
Sajak sejenak