Dunia memang sudah rapuh
Setiap hati kini kian membeku
Empati terbalut destinasi
Semakin luntur tertelan dominan intelegensi
Ingin menganggap sebagai sepercik debu pasir
Namun ini tanda cacat pada diri.
Pada hati, pada jiwa yang entah apa yang mengunci.
Tak sanggup menggurui
Tak ada hak melabeli
Hanya pemikiran tak
terwadahi
Apakah...
Dunia ini masih layak menggenggam
Kemuliaan dari makhluk termuliakan
Dari Insan fana yang mengaku beradab
Ataukah...
Sudah waktunya lelah menemui tepinya
Bumi yang merintih bersandar mati
Letakkan penat pada keabadian
Dan pada langit semua kembali
-Untuk matinya Empati-

