Vibe & Suasana
Ini dia highlight-nya: ngopi di tengah hutan jati beneran! Jadi, bangunannya tuh semi-terbuka, didominasi kaca dan besi khas Nako yang aesthetic banget buat foto-foto. Tapi yang bikin beda, dia menyatu sama kebun jati yang asri.
Sejuk banget, apalagi kalau kamu datang pagi atau sore, udaranya segar khas pegunungan. Kadang kalau cuaca cerah, kamu bisa lihat Gunung Salak juga lho!
Tempatnya luas banget, katanya sih ini outlet Kopi Nako yang paling gede. Jadi, meski lagi ramai, tempat duduknya nyebar. Ada area rumah kaca, pendopo (kayak rumah joglo), terus banyak meja-meja kayu panjang yang cocok buat kumpul-kumpul rame-rame, sampai bean bag di lapangan rumput buat leyeh-leyeh santai.
Pet friendly juga, jadi kalau mau bawa peliharaan, aman!
Pokoknya, datang ke sini bukan cuma buat ngopi, tapi buat experience duduk-duduk di bawah pohon jati sambil dengerin angin semilir dan wangi kopi. Benar-benar tempat slow living deh.
Menu Wajib Coba
Namanya juga Kopi Nako, jelas andalannya ya kopi mereka.
Es Kopi Nako: Ini menu signature yang basic tapi selalu enak. Perpaduan kopi, susu, dan gula arennya pas, nggak oversweet.
Ada juga varian lain kayak Es Kopi Sayang (versi manis) atau Kopi Jati Latte yang bisa kamu coba.
Selain kopi, di sini juga ada Warung Djati yang nyediain makanan berat dengan konsep prasmanan masakan rumahan. Jadi, kamu bisa ambil sendiri nasi liwet, lauk pauk, dan sayur-sayuran kayak lagi makan di rumah nenek. Harganya terjangkau banget. Jangan lupa cobain juga Bakso Jati atau nangka goreng mereka kalau lagi available ya!
Tips biar Maksimal
Karena tempat ini viral dan sering full (terutama weekend), mendingan kamu datang Pagi-pagi banget (sekitar jam 8-10). Udara masih fresh, cahaya matahari bagus buat foto, dan belum terlalu ramai. Sore (sekitar jam 3-5), golden hour-nya cakep banget di sini!
