Kantuk meresap dalam logika
Raga seluruh meronta penat
Rapuh mengiba hati nan gulana
Lunglai terbuai lemah tersemat
Lelah diri peluh bercakap
Cukup kini tubuh meratap
Letakkan
harapan tergantung nanar
Menjadi umpan arogansi sang fajar
Selamat istirahat kawan
Jiwaku telah tertawan
Mata terpejam nafsu tertahan
Pada malam redup berawan
Selamat Malam

