Setiap insan miliki angan
Yang terbentuk dari seribu bayang
Masa depan kunjung ke halaman
Menjadi alasan mata memandang
Atas dasar itu kutatap indah sosok gemulai
Racuni rasa menyeret asa
Pada nyata jalan tertapaki
Dilema makna menikung gelisah
Sayup suara merobek indra menyerap masuk pada nadi seketika
Putar haluan terangkat jangkar padahal kapal tengah bersandar
Aku kerasukan
Peri sang pesona membumbung menghalau di pelupuk mata
Hembuskan sejuk padamkan api tengah berpendar
Kunikmati setiap angka berganti angka
Angka berlalu cepat berganti saat diri hendak bertemu
Angka henti jangan berlalu saat temu sedang bersemi
Entah usai ataukah rehat
Apa yang bersemi kini menghilang
Sosok musnah dalam semburat
Memudar punah hati melajang
Tinggallah pilu datang bersemayam
Merengkuk erat berselimut malam
Cinta pergi mengejar angan
Asa berdua tak lagi sejalan
Selamat jalan

