Rasanya sangat senang ketika aku bisa membeli satu buah laptop dan satu buah ponsel kekinian pada saat itu. Bukan dari hasil mengatur keuangan atau bahkan menabung, tapi karena tergoda mengambil kredit yang cukup besar. Hal ini mungkin dialami banyak orang karena sekarang banyak cara untuk mendapatkan pinjaman dan sangat mudah dengan berbagai bentuk: kredit bank, pinjaman online, pay later dan kartu kredit. Tanpa aku sadari, Jalan pintas yang aku ambil, akan aku bayar dengan harga yang sangat mahal.
Pada tahun 2023, sebagai dewasa muda awal dua puluhan, aku mendapatkan tawaran dari seorang teman untuk bergabung dalam pinjamannya ke bank. Saat itu rasanya tidak ada yang salah: pinjaman bukan atas namaku dan aku merasa akan aman karena sudah memiliki pekerjaan tetap. Tugasku hanya satu, memastikan aku membayar cicilan bagianku setiap bulannya. Karena kemudahan-kemudahan itu, aku mengiyakan dan pada akhirnya bisa membeli satu buah laptop dan ponsel terbaru.
Beberapa bulan berselang, malapetaka mulai terjadi. Pekerjaanku yang selama ini menjadi sandaran hilang. Aku menjadi pengangguran. Kepanikan mulai terjadi karena aku tidak mempunyai sumber pemasukan yang lain. Selama masa pengangguranku itu, aku sibuk mencari pemasukan baru dengan satu tujuan utama, membayar cicilan. Tidak peduli dengan kebutuhan makanku atau kebutuhan-kebutuhan lainnya yang pada situasi normal, seharusnya menjadi prioritas utama.
